Selamat Datang di Blog Kampung Nelayan

Tentang ANAK MUDA..!!!

Kami bunga yang tidak kamu inginkan tumbuh dan mekar, kami bunga yang tidak kamu pelihara dengan baik , kami anak muda yang punya semangat untuk berkarya akan tetapi kamu menganggapnya racun yang membahayakan………..dan pada akhirnya kami harus berjuang sendiri dan membuat barisan sendiri agar suatu saat kamu sadar bahwa kami bukan anak-anak muda yang membawa racun tetapi membawa harapan besar menuju kehidupan yang lebih baik.

Ketika bunga harapan bangsa mulai berkumpul dan memberikan ide gagasanya maka disitu akan ada harapan baru dan cita cita baru menuju kehidupan yang lebih baik, anak muda yang selalu berapi-api dan memiliki nyali yang kuat adalah aset bangsa yang harus dijaga keberadaanya, jika bangsa ini ingin maju maka pelihara anak-anak muda yang produktif punya gagasan besar dan punya kemauan yang kuat.
Sangat rugi jika kemudian keberadaan anak muda menjadi sebaliknya tidak seperti bunga yang tumbuh subur dan bermanfaat bagi kehidupan, maka kehancuran suatu peradaban akan mulai datang, benteng-benteng  yang menjadi kekuatan suatu bangsa tidak ada lagi, perlahan tapi pasti jika ini terjadi maka tinggal  menunggu datangya kehancuran lebih besar dan sangat dahsyat.kenapa demikian ..?? jawabnya anda pasti mengerti sendiri.

Masjid/mushollah sulit didapatkan di Mall dan Pusat perbelanjaan

Masjid dalam bahasa adalah “sajada-yasjudu” yang artinya bersujud. Masjid adalah bentuk ismu makan menunjukan tempat.  Dan Secara istilah  masjid adalah suatu bangunan atau tempat khusus untuk beribadah bagi umat Islam, masjid dinilai berperan penting dalam membentuk insan-insan yang berintegritas. Masjid dalam hal ini masjid secara umum tidak hanya sebagai tempat beribadah saja akan tetapi lebih kepada tempat berkumpul seluruh aktivitas kehidupan.

Saya teringat pada saat berkunjung ke beberapa tempat perbelanjaan di Jakarta, saat saya mencari tempat untuk sholat sangat sulit, hampir dipastikan disetiap mall atau tempat-tempat perbelanjaan maka masjid atau mushollah akan terdapat dibawa dilantai dasar atau paling tidak berada dipojok. Syukur-syukur kalau pihak mall memberikan ruangan yang luas agar daya tampung orang yang mau beribadah cukup memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Kalau tempatnya kecil maka sangat sulitlah untuk memisahkanya.

Ironis lagi ketika saya berada di tempat perbelanjaan dimana tempat ibadah sholat bagi pengunjung atau karyawan berada di lantai dasar dan dibawa tangga darurat sangat-sangat memperhatinkan ketika kemudian tempat ibadah yang menghubungkan manusia dengan penciptanya berada ditempat-tempat yang tidak layak, padahal masih banyak ruang kosong dan ruangan gedung yang lebih dan layak untuk digunakan menjadi tempat beribadah. Memang betul bahwa diterimanya ibadah sholat kita kepada tuhan Allah SWT tidak ditentukan dengan mewah atau tidaknya tempat kita melaksanakanya akan tetapi saya lebih menyayangkan ketika hubungan kita dengan tuhan menjadi pelengkap saja dari kehidupan yang ada di dunia ini.

Membangun Poros Maritim Membangun Desa Pesisir Pulau-Pulau Kecil

Membangun Indonesia tidak harus dimulai dari kota-kota besar, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah  dan desa dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. Itulah bunyi salah satu nawacita yang digagas presiden Jokowi. Nawacita ini sejatinya menjadi awal kebangkitan desa terutama desa yang berada di pulau-pulau kecil yang ada di daerah perbatasan, ini menjadi awal bahwa ribuan pulau-pulau kecil dan terdepan yang dimiliki bangsa Indonesia harus menjadi pionir dan ujung tombak poros maritim yang digagas Jokowi.

Pemahaman desa saat ini masih selalu identik dengan daratan pertanian yang jauh dari kawasan pesisir dan laut, desa selalu didefinisikan dengan keadaan dimana terletak dikawasan pegunungan dan perkebunan yang jauh dari aktifitas manusia termasuk modernisasi, jarang sekali orang berpikir bahwa desa selain daerah pegunungan juga terdapat di pulau-pulau kecil dan terdepan yang lebih sulit lagi medapat akses seperti yang ada di pegunungan. Desa yang terdapat didaerah pesisir dan pulau-pulau kecil hanya manusia-manusia yang termarginalkan menjadi anak tiri sejak saman orde baru sampai sekarang.
Kembali kepada program yang terdapat di nawacita Jokowi-JK bahwa desa harus dibangun dan diperkuat, bahwa desa harus mandiri manjadi maju dan rakyatnya sejahtera, jika desa bisa mandiri dan mengelolah keuangan dengan baik serta banyak indutsri skala kecil di tataran desa maka warganya dan penduduknya tidak lagi melakukan hijrah kekota-kota besar, jika kekuatan ekonomi desa maju maka masyarakat yang nasibnya didesa tidak menentu tidak lagi kekota menjadi tempat mengadu nasib.

BUMN PERIKANAN MENJADI NAHKODA POROS MARITIM

Kehadiran BUMN sebagai perusahaan milik negara sejak dekade pertama revolusi kemerdekaan Indonesia hingga sekarang tidak bisa dipungkiri telah banyak memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan dan perkembangan sektor perekonomian nasional, saat kita melihat masa dimana awal kemerdekaan sektor usaha swasta belum efektif berjalan  akibat situasi keamanan, politik dan ekonomi pada saat itu masih belum tertata dengan baik, saat itulah BUMN menjadi tumpuan dan pertahanan utama negara didalam membangun infrastruktur, perdagangan dan pengadaan barang dan jasa. Sehingga bisa dikatakan BUMN saat itu menjadi perintis bagi perekonomian dan pembangunan nasional.

Keberadaan BUMN sebagai agen pembangunan mengalami pasang surut dari masa kemasa baik itu dari segi pengelolaanya ataupun pembinaan kebijakan BUMN yang dikeluarkan oleh presiden. di era orde lama dikenal dengan proses awal pembentukan BUMN baik itu yang  dinasionalisasi perusahaan belanda ataupun lahirnya perangkat hukum dan kelembagaan BUMN yang baru, hingga masuk ke orde baru kebijakan dan pengelolaan tidak jauh berbeda dengan orde lama, melalui tap MPRS  tahun 1966 menjadi acuan dalam pengelolaan BUMN saat itu. Sedangkan pasca reformasi dimana saat itu mengalami krisis maka BUMN hadir sebagai tumpuan utama saat terjadinya krisis tahun 1998 sehingga saat itu pemerintah melakukan berbagai kebijakan baru terkait pengelolaan BUMN.

Tahun Baru Islam Saatnya Pembangunan Indonesia Hijrah ke Laut

Ilustrasi Nelayan mencari ikan di laut dengan potensi yang besar (nelayan.goggle.com)

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi tempat hijrah yang yang luas dan rizqi yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menjumpainya sebelum sampai ke tempat yang dimaksud, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. " (An-Nisa' 100)

memasuki tahun baru hijriyyah 1 muharram adalah sebuan kenikmatan dan keberkahan tersendiri yang diberikan Allah SWT kepada kita ummatnya, tahun baru sebagai tahun baru hijriyyah yang menandakan dan mengingatkan kita agar mengevaluasi diri kearah yang lebih baik dan bermanfaat. Kita diberi peringatan perlunya hijrah dijalan Allah, hijrah dalam hal perbaikan kehidupan dari sebelumnya.

Pentingya hijrah sudah diperintahkan dan diperingatkan oleh allah SWT, oleh sebab itu bagi ummat Islam hijrah adalah hal yang seharusnya dilakukan agar kehidupan yang lebih baik menjadikan kita bermanfaat, bukankah Allah SWT telah mengingatkan kita bahwa sebaik baik manusia adalah yang bermanaat bagi sesasamanya.

Ikhlasnya Bekerja Seorang Operator Telepon (Resepsionis)

Suatu hari yang bahagia saat dimana pagi dan matahari telah terbit diufuk timur maka akupun bergegas menuju kantor tempat dimana aku bekerja yang sudah hampir 1 tahun masa kerja. Tidak seperti biasanya hari ini saya ketempat ruangan operator telpon atau yang biasa disebut resepsionis, sebelum saya melanjutkan tulisanku,  perlu anda ketahui tugas dari resepsionis adalah selain sebagai tempat mendapatkan informasi saat tamu datang juga menjadi operator telpon yang akan menyambungkan ketika ada telpon dari luar kantor ke ruangan orang  yang akan dituju. begitu juga sebaliknya.

Nah….kita lanjut cerita …saat saya memasuki kantor dan keruangan operator telpon  akan tetapi ruangan operator belum terbuka masih tutup sayapun kembali kemeja saya dan menanyakan keteman apakah operator telpon tidak masuk hari ini ? teman saya menjawab dengan senyuman ehh hehe…iya dia uda pensiun jadi untuk sementara kosong kalau kamu mau keruangan operator kuncinya ada didepan sambil menunjuk salah satu ruangan.
Singakat cerita karena saya membutuhkan telpon untuk menghubungi salah satu rekan kantor sayapun masuk keruangan operator. didalam ruangan operator banyak catatan-catatan yang menunjukkan sibuknya seorang operator ketika melayani telpon dari luar kantor yang tidak bisa saya bayangkan. Namun belum sempat saya menelpon dering telpon berbunyi wahh..ada telpon dari luar nihh tanyaku dalam hati dan ternyata betul saya mencoba menyambungkan ke ruangan dan orang yang dia butuhkan untuk berbicara.

Perusahaan Maju dan Karyawan Sehat (2)

Aku pernah berdiskusi dengan kawan yang bekerja di salah satu BUMN yang bergerak dibidang pertambangan aku bertanya kepada dia bagaimana semangat para karyawan yang bekerja dipertambangan dan solidaritas dalam bekerja dilapangan. Dia menjawab bahwa para anak muda bekerja di tambang bisa saling percaya dan solid oleh sebab sering bina jasmani atu berolahraga bersama. Dia menambahkan bahwa dengan olahraga maka jiwa para karyawan terutama anak muda akan semakin kuat

Seperti itu kilasan diskusi aku bersama kawan yang bekerja di sebuah BUMN disektor pertambangan, hikma dibalik diskusi itu adalah bahwa salah satu poin penting didalam kemajuan sebuah perusahaan adalah pelihara kesehatanya, pelihara jasmaninya sebab ketika jasmani kuat peredaran darah ke otak akan lancar dan akan melahirkan semangat bekerja dan semangat melahirkan ide dan kreatifitas baru.
Aku berpikir bahwa olahraga memang bukan satu-satunya jaminan untuk menjadikan sebuah perusahaan maju dan sehat, akan tetapi perusahaan yang maju dan sehat itu pasti terdepat karyawan yang jiwanya kuat dan pemkiranya sehat serta kreatif sebab terdapat tubuh yang sehat, banyak perusahaan besar dan menjadi raksasa dengan pemimpin anak muda, kenapa anak muda ? sebab anak muda pemikiranya masih sehat serta kesehatan tubuhnya masih kuat, itulah sebabnya pentingya olahraga.

Setahun Poros Maritim Jokowi-JK

“Nenek moyangku seorang pelaut…gemar mengarungi luas samudera “ petikan slogan atau nyanyian tersebut mengingatkan kita bahwa kita bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut, bangsa yang besar dan pernah Berjaya dari laut. Slogan itu yang menjadikan kita pernah menjadi raksasa yang ditakuti di bumi nusantara,  dari kejayaan majapahit, sriwijaya hingga kejayaan kerajaan Gowa-Tallao (Makassar) yang dikatuti belanda dengan armada maritimnya yang sangat kuat saat berperang dan berdagang.
Sejarah tinggal menjadi cerita dan kenangan, sejarah maritim bangsa kita hanya sebatas dongeng tidur buat anak-anak yang mimpinya terlalu tinggi, sejarah bisa terulang ketika pemerintahan yang ada menjadikanya visi utama dan landasan pokok program kerja pemerintahan didalam memajukan dan mensejahterakan rakyat Indonesia. Lantas bagimana dengan pemerintahan Jokowi-JK ?? bagaimana dengan komitmen visi Poros Maritim JOKOWI-JK ??,  1 tahun pemerintahan dan 1 tahun poros maritim menjadi visi misi pemerintahan kemana arahanya atau sebatas konsep yang kemudian tersimpan rapih diatas meja sang presiden entahla…..mungkin iya mungkin juga menjadi tidak.

Aku Merokok (Jangan Terganggu)


Kehidupan saat mahasiswa sangat jauh berbeda ketika berada di dunia kerja, kehidupan menjadi aktivis  kampus sangat berbanding terbalik ketika kita berada didalam situasi bekerja dan menjadi bagian dari dunia kantor, perbedaan-perbedaan itu dapat kita rasakan mulai dari cara berpakaian, bangun pagi, jam kantor hingga cara bekerja yang rutin setiap saat dan setiap tahun. yaaa….begitulah perbedaan yang ada dunia kampus dan dunia kerja. saya sebagai mantan mahasiswa yg dulunya aktif tentunya memerlukan adpatasi lama untuk bisa menyusuaikan dengan keadaan seperti ini.

Kehidupan lain di dunia kerja adalah saat rapat dengan teman dikantor dimana ketika asik mencari ide dan gagasan untuk kemajuan perusahaan terasa pengen merokok seperti saat menjadi mahasiswa saat dimana melakukan diskusi dan kajian kajian kebijakan pemerintah maka rokok dan kopi menjadi salah satu pelengkap diatas meja beserta korek apinya. Kenangan dikampus sering ingin kita ulangi lagi  didunia kerja sehingga ketika rapat diperusahaan rokok dan kopi ini sangat mengganggu ketika tidak tersedia atau dilarang merokok saat rapat sedihh….. dan semakin berat rasanya.

(Untukmu Ibu)…..Cepat Sembuh Ibu

Hari ini entah kenapa perasaan aku dipenuhi kebimbangan, mulai dari bangun pagi hingga sampai melaksanakan sholat dhuhur, perasaan teringat kampung halaman kota Bantaeng Makassar Sulsel, aku merasa merindukan untuk pulang kampung seperti rindu akan semua hal yang ada dikampung termasuk keluarga kecil rindu dengan,ibu,bapak dan adik-adik aku.

Suasana hatipun semakin sedih ketika adik saya menghubungi saya kalau ibu yang ada dikampung sakit, terasa berat bercampur sedih mendengar kabar dari adik kalau ibu sedang terbaring sakit dan dirawat dirumah, akupun bergegas menelpon ibu ingin mendengarkan suaranya rindu dengan suara hatinya yang terus menyemangati aku saat  kecil,saat sekolah hingga sekarang.

Perusahaan Maju dan Karyawan Sehat

Semangat pagi Jakarta….selamat pagi pelabuhan perikanan samudera Jakarta. Pagi yang indah dengan senyuman matahari dari ufuk timur membuat jumat yang berkah ini semakin memberikan harapan dan semangat bagi manusia yang ada di pelabuhan perikanan Jakarta. Semangat yang disambut dengan sinaran matahari adalah pertanda bahwa tuhan telah memberikan keberkahan untuk hari ini bekerja dengan ikhlas,keras dan tentunya cerdas.

Di hari jumat yang berkah alangkah baiknya pekerjaan diawali dengan melakukan senam/olahraga sejenak sebab Menurut penelitian terbaru di Inggris dan di Amerika, karyawan yang pergi berolahraga, terbukti menjadi lebih produktif dan lebih kooperatif. Riset ini membandingkan antara karyawan yang tidak berolahraga dan yang berolahraga selama beberapa waktu tertentu. Selain itu 65% karyawan yang bugar dan sehat menjadi lebih baik dalam manajemen waktu dan hubungan interpersonalnya.

Malu Menjadi Nelayan


Bangsa kita adalah bangsa maritim, slogan yang telah lama didengungkan oleh para pendahulu kita yang berhasil membangun kejayaan Indonesia pada zaman kerajaan. Kita harusnya bersyukur dan bangga dengan potensi pulau-pulau keciil dan luas lautan dari sabang-marauke yang begitu indah dengan segala potensi yang ada. Namun dibalik potensi itu terselip makna yang sangat memilukan tentang semakin berurangya minat anak muda yang ingin menjadi nelayan, tak ada lagi anak muda yang bangga bahwa mereka ingin menjadi nelayan mereka malu dan berkata ‘ Malu Aku Menjadi Nelayan”
***
Matahari baru saja muncul dari timur menyinari alam dan laut yang begitu indah disebuah desa pesisir Zaenuddin bersiap siap berangkat kesekolah, didepan rumah dipingiir pantai dia menumui bapaknya yang sedang memperbaiki perahu dan jaringya untuk persiapan malam hari mencari ikan, zaenuddin pamitan kebapaknya dengan mencium tanganya sang bapak berkata dan berdoa “ semoga jadi anak yang sukses jangan seperti bapak yang hanya bisa jadi nelayan “

Tunduklah Sejenak

Didalam kehidupan yang terus bergerak berputar dalam ruang dan waktu otak kita kadang membutuhkan istirahat sejenak dari aktiitas yang sangat membebani pikiran, istirahat sejenak agar  bisa menjadi evaluasi diri terhadap apa yang sudah kita lakukan. Istirahat sejenak biasa disebut menepilah sejenak menarik nafas perlahan demi perlahan agar kita tidak kebablasan dan emosi kita bisa terkendali .

Menepih sejenak atau tunduklah sejenak akan menjadikan kita manusia manusia yang terkontrol , bisa mengendalikan diri dari luapan nafsu dan emosi sesaat, tunduk dan merenung beberapa menit saja akan menjadikan kita bisa melangkah lebih baik lagi kedepan dan lebih maju lagi sebab kita mengerti apa yang seharusnya kita lakukan untuk terus maju kedepan setelah kita telah tunduk dan merenung sejenak.
Jika hidup kita sehari hari dilakukan tanpa sama sekali melakukan perenungan sedetik saja maka kehidupan akan menjadikan kita manusia manusia yang tidak terkontrol,menyombongkan diri,angkuh dan seterusnya, kita terus maju melangkah tanpa adanya evaluasi diri apa yang yang seharusnya kurang dan harus dilengkapi untuk menjadi bekal maju. Jik itu terjadi maka tunggulah waktunya pelan atau cepat anda akan menabrak tembok yang besar yang akan menahan langkahmu.

Semangat Ketulusan


Bangunlah dari tempat tidurmu …tunaikanlah sholat subuh dan nikmatilah udara segar ibu kota Jakarta dipagi hari sebab hanya di subuh  dan pagi hari udara dikota ini masih segar dan alami setelah itu akan dipenuhi polusi dan padatnya manusia.
Bergegaslah ketempat kerjamu…persiapkan segala hal yang dibutuhkan dikantor  jangan lupa pamitan dengan orang tua,adik,kakak saudara atau kawan se rumah kamu..minta maaflah dan minta doa restunya agar kepergianmu hingga kemudian kedatanganmu  lagi  kerumah berbuah keberkahan dan kemanfaatan dunia akhirat.

Gadis desa kampung patin


Alhamdulillah tidak terasa 2 bulan bertugas di Kampung Patin Kampar Riau setiap hari pekerjaan dijalani dengan penuh semangat dan keihklasan bekerja ikhlas, keras dan cerdas tentunya. Kampung patin merupakan sebuah desa yang memiliki potensi perikanan darat yang berupa kolam atau tambak patin yang secara mandiri dibudidayakan oleh masyarakat setempat, kurang lebih 2 ribu kepala keluarga yang mengantungkan hidupnya di kampung patin dengan mata pencaharian budidaya patin.

Hidup di kampung patin memang sangat indah dan nikmat rasanya kenapa tidak udara yang masih segar dipagi hari dengan serta keramahan warga desa membuat kami senang dan bahagia hadir di kehidupan masyarakat kampung patin, apalagi ketika dipagi hari gadis-gadis desa menyiapkan kopi buatanya wahh…enak betul…maka nikmat kopi yang pahit manis itu akan menambah kesyukuran kita terhadap sang pencipta.
Sebelum beraktifitas dan bekerja dipagi hari kita bisa menikmati kopi buatan gadis-gadis desa dengan udara yang sejuknya dan di sore hari kita bisa menyegarkan badan kita dengan berkumpul bersama masyarakat berolahraga  di lapangan desa seperti sepak bola,volley,bulu tangkis dll. Sedangakn dimalam hari kita bisa berdiskusi bersama tokoh agama dan pemuda di warung kopi ataupun sambil menikmati teh telur asli minuman khas kampung patin.

Menikmati Indahnya Danau Koto Mesjid Kampar Riau


minggu pagi saya mencoba menepi sejenak bersama kawan-kawan kantor menelusuri danau Kampar dan kampung patin, menepi sejenak dari aktivitas kantor agar pikiran dan hati menjadi tenang, perjalanan ini ditemani oleh 3 orang penduduk setempat dan 2 orang dari teman kantor. Perjalanan ini sangat menarik Meskipun tidak ada rencana sebelumnya untuk menikmati indahnya danau Kampar.
Lokasi danau Kampar koto mesjid  dari ibu kota kabupaten Kampar berjarak sekitar 25 km dan seitar 90 Km dari ibu kota pekanbaru provinsi riau kearah padang, bisa ditempuh dengan memakai sepeda motor atau mobil.

Senyum itu adalah kebahagiaan….


Sore yang indah di pesta rakyat kemerdekaan Indonesia, senyuman terlepas dari anak-anak desa generasi bangsa menghadiri lomba tarik tambang , tidak ketinggalan ibu-ibu dan bapak desa ikut meramaikan acara pesta rakyat itu.

    foto : suasana lomba tarik tambang untuk kemmerdekaan di kampung patin

Ku bahagia dengan pekerjaanku

Setelah lulus kuliah mencari pekerjaan adalah tujuan utama yang sering didambakan oleh banyak orang, baik mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmunya atupun pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang ilmunya, tidak menjadi masalah ketika harus meninggalkan ilmu yang selama ini didapatkan di bangku perkuliahan menjadi sia-sia atau tidak dimanfaatkan asal bisa bekerja dan menghasilkan uang. Sepertinya pekerjaan itu bisa menjadikan seseorang lebih mapan dan lebih bahagia hmmmm  ya..ya..mungkin saja ya…tentunya dikembalikan pada pribadi sendiri.
Jika ada orang yang bekerja tidak sesuai dengan bidang ilmunya dan akhirnya mapan dan bahagia tentunya hal yang bagus dan menjadi pilihan hidup orang tersebut sebab bukankah kita bebas dalam hal pekerjaan  ?? Negara menjamin itu semua apalagi agama  iya kan ?? hehe  tentunya itu sudah pasti sepanjang halal untuk dunia akhirat.

Upacara 17 agustus dikampung patin

Pagi jam 6 suasana desa Koto Mesjid yang biasa disebut kampung patin begitu cerah angin bertiup dingin dengan udara yang segar jauh dari polusi kendaraan dan pabrik pabrik industri besar, suasana desa sangat damai  indah dengan sambutan matahari menyinari lapangan upacara sentra perikanan. Para ibu-ibu karyawan sentra mulai bergegas dari rumahnya untuk mengikuti upacara bendera memperingati 70 tahun Indonesia merdeka.
hari senin yang sangat cerah bertepatan hari kemerdekaan Indonesia yang sudah berumur 70 tahun  hari dimana seluruh rakyat Indonesia mengucap syukur dan melaksanakan upacara peringatan kemerdekan yang setiap tahunya diperingati. Berbagai cara dilakukan untuk memperngati kemerdekaan Indonesia, digunung di lautan baik itu kaum muda maupun tua sama-sama terharu dan ikut bahagai menyambut peringatan 70 tahun Indonesia merdeka.

Amanah baru di kampong patin, Kampar, Pekanbaru Riau


Tidak cukup seminggu saya ditugaskan DI Jakarta amanah baru  kembali datang, keramaian dan kesibukan kota Jakarta kembali saya tinggalkan, tugas baru ini hampir sama dengan tugas sebelumnya di Jambi hanya saja berbeda lokasi, tugas baru ini sangat jauh dari peradaban kota sebuah desa yang diberi nama kampung patin di Kabupaten Kampar sekitar 90 Km dari kota provinsi Pekanbaru Riau.
 Tepat seminggu saya berada dikampung patin ini, sebuah sentra pengolahan perikanan yang dibangun pemerintah pada tahun 2012, namun belum optimal di gunakan, tujuanya agar nilai tambah produksi ikan patin di kampung ini meningkat dan bisa mensejahterakan masyarakat yang ada di kampung patin dan pada umumnya di Kabupaten Kampar.

Bertugas Di Jakarta


Alhamdulillah saya haturkan nikmat yang diberikan Allah SWT  bulan syawal telah datang pertanda bulan ramadhan telah pergi dan hari kemenangan telah datang, itu pertanda kita diberikan nikmat kemenangan nafus,  nikmat lain yang diberikan allah kepada saya setelah lebaran adalah ketika saya ditugaskan kembali ke Jakarta.
Setelah kurang lebih 7 bulan bertugas di jambi saya mendapatkan pengalaman-pengalaman yang begitu bermanfaat bagi keilmuan saya, dekat dengan masyarakat Jambi, hidup di alam yang tenang dan jauh dari sibuknya perkotaan.
Mulai 1 agustus nanti saya mulai berkantor di Jakarta, saya sangat bersyukur dengan tugas baru ini, sebab dimanapun dan kapapanpun kita bekerja sepanjang dilakukan dengan keikhlasan dan kejujuran maka Allah SWT akan memberikan keberkahan dan nikmat yang tak ternilai harganya, tuhan tidak memberikan jalan apapun ketika kita kemudian tidak bisa ikhlas dan bersyukur atas nikmatnya.

Menyambut Ramadhan di Perantauan


Alhamdulillah bulan suci ramadhan telah datang bulan penuh keberkahan, bulan  dimana ummat islam menunaikan ibadah puasa sebualan penuh untuk mencapai kemenangan di hari yang fitri, semarak ramadhan mulai terasa diseluruh penjuru tanah air, dikota-kota besar bahkan dikampung-kampung ummat islam ramai berbondong-bondong menyambut dengan penuh kebahagiaan, ada yang menyambutnya dengan berkumpul bersama keluarga, sahabat dan teman-teman sekerja.
Menyambut bulan suci ramadhan sangatlah indah dengan penuh kebahagiaan jika kita kemudian bisa berkumpul bersama keluarga tercinta, awal bulan suci sangat hikmat ketika bersama ibu,ayah,kakak dan adik kita. Kita bisa Bersama bercanda, tersenyum dan bahagia ketika sahur dan sholat berjama”ah bersama keluarga kecil yang kitai cintai.
Berkumpul bersama keluarga  adalah keinginan setiap ummat islam dalam menyambut bulan suci ramadhan, namun bagi mahasiswa, pekerja atau orang yang merantau dinegeri orang mencari rejeki sangat sulit berkumpul bersama keluarga dirumah atau dikampung, disebabkan jarak dan waktu yang sulit untuk dilakukan, berbeda ketika kita masih kecil ketika itu kita masih bisa menyambut ramadhan bersama ayah dan ibu yang kita cintai.

5 Juni 1989 - 5 Juni 2015 ( Perjalanan Hidup )


Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang menciptkan manusia, dengan izinya saya bisa menikmati indahnya dunia dengan segala bentuk ciptaan di muka bumi dengan pegunungan dan lautan yang indah dan begitu luas, dengan izinya pula umur saya semakin berkurang seiring semakin dewasanya saya dalam hal bertindak apa yang baik dan benar dan menjauhi apa yang tidak baik dan dilarang.
5 juni tahun 1989 adalah tanggal kelahiran saya tepat berumur 26 tahun , dilahirkan disebuah desa di kota kecil di Sulawesi selatan, desa yang jauh dari kesibukan manusia perkotaan penduduknya yang ramah saling bergotong royong,saling membantu dan saling mengingatkan, desa itu bernama Tala-Tala. Saya dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, bukan keturunan raja ataupun bangsawan yang sering kita dengar dizaman kerajaan dulu, saya bukanlah keturunan saudagar atau tuan tanah yang sangat kaya raya dalam sebuah desa, saya lahir dari keluarga kecil dengan ibu dan bapak yang berpenghasilan cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan itu sangat sederhana.
Seiring dengan pertumbuhan dan bertambahnya umur saya, banyak hal yang saya dapatkan dari proses kehidupan di dunia ini, proses susah dan senangya dalam menjalani kehidupan sehari-hari , sejak kecil hingga mencapai titik kedewasaan, dari bangku sekolah dasar hingga kebangku perguruan tinggi semuanya saya lalui dengan penderitaan dan sekali –kali menikmati kebahagiaan.

Sekolah atau Menikah…!!! #karenah Ini JUNI


Sekolah atau menikah… memilih menikah atau kembali melanjutkan sekolah…? Pilihan pilihan ini semakin membuat hati saya ataupun anda galau kata anak muda zaman sekarang, galau disebabkan ini bulan juni dimana umur saya akan semakin berkurang bulan dimana saya dilahirkan tuntutan untuk menikah semakin berdatangan baik kerabat ataupun keluarga, disisi lain dorongan untuk melanjutkan pendidikan ke strata yang lebih tinggi juga semakin membani pikiran, pilihan pilihan ini menjadi tak terbendung dan membuat saya perlu berhati-hati dalam menentukanya.

Dalam pemikiran saya sekolah itu sangat penting sebab sekolah menjauhkan kita dari kemiskinan, sekolah bisa mengangkat derajat manusia yang lebih tinggi dengan kata lain sekolah membuat manusia berpikir dewasa dalam bertindak  tentunya dalam batas kebenaran, sekolah juga bisa membuat kita semakin sejahtera ketika ilmu yang kita dapatkan dipergunakan sebaik-baiknya.seperti pepatah “ tuntutlah ilmu sampai kenegeri cina “

Lain halnya dengan menikah agama mengajarkan ketika kita sanggup dengan umur yang cukup diwajibkan  manusia untuk menikah kalaupun bisa dilaksankan secepat mungkin demi kebaikan, didalam agama juga diajarkan ketika menikah maka pintu rezeki akan semakin terbuka pernyataan ini logis sebab 2 orang manusia menjadi satu hidup bersama, 2 orang manusia digabung rezekinya sehingga berlipat ganda, ini sebuah keberkahan tersendiri ketika yang namanya pernikahan itu disegerakan pelaksanaanya.luar biasa kan nikmatnya maha besar sang pencipta.

5 Triliun untuk Ibu Susi Pencitraan atau Bukan ?


Siapa yang tidak mengenal ibu susi Pudjiastuti..? sejak dilantik menjadi menteri kelautan dan perikanan oleh presiden jokowi namanya terus menjadi sorotan media gayanya yang berbeda dengan yang lain dengan penuh sensasi membuatnya dikenal banyak orang , tak heran jika menteri yang satu ini adalah menteri yang banyak dikenal masyarakat Indonesia.
Sejak menjabat sebagai menteri kelautan dan perikanan banyak orang yang meragukanya hal ini disebabkan dengan latar pendidikan beliau yang hanya lulusam SMP, akan tetapi 3 bulan setelah memimpin KKP , banyak kebijakanya yang kemudian dianggap sebagian pihak adalah sebuah keberanian mulai dari memberntas Ilegal Fishing hingga moratorium perzinan kapal penangkap ikan, kebijakan kebijakan inilah yang kemudian menjadikan ibu susi semakin terkenal.
Sorotan media terus ditujukan kepada menteri kelautan dan perikanan ini, mulai dari pendidikanya, hingga kehidupan pribadinya yang penuh kejutan membuat media nasional maupun internasional ingin mencari tahu sosok seorang ibu susi.

Dunia Pencitraan Susi Pudjiastuti


Sejak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan , Susi Pudjiastuti menjadi perempuan pertama menakhodai sektor yang digadang – gadang mampu menyokong perekonomian Indonesia di masa mendatang. Kehadiran sosok Susi Pudjiastuti seakan memberikan warna tersendiri untuk dunia perpolitikan. Kebijakan sektor perikanan dan kelautan yang dulunya tidak pernah mendapat perhatian khalayak umum dan media sekarang berubah menjadi 180 0C.
Media massa baik cetak, elektronik, dan online ramai mengangkat topic perikanan dan kelautan. Kebijakan Ibu Susi Pudjiastuti seperti pemberantasan praktek illegal fishing, pelarangan alat tangkap cantrang, pembatasan penangkapan kepiting, lobster dan rajungan menjadi topic perbincangan hangat di masyarakat. Tidak hanya menjadi topic perbincangan, namun kebijakan tersebut mampu menaikkana tensi public untuk menyoroti sektor kelautan dan perikanan. Namun kebijakan Ibu Susi Pudjiastuti malah menimbulkan pergolakan menentang penerapan kebijakan MKP di masyarakat utamanya pelaku perikanan. Jika ditilik pemikiran jangka panjang, kebijakan MKP memang harus diakui lebih menekankan kelestarian sumberdaya perikanan di masa mendatang. Hanya patut disesalkan, MKP terkesan tidak siap untuk menanggulangi dampak implementasi kebijakan seperti pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang yang harusnya sosialisasi dan diikuti dengan adanya pengganti alat tangkap ramah lingkungan yang dipergunakan nelayan cantrang.

Ayo Sekolah…!!!


Ayo ke sekolah nak..biar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan agamamu..
Ayo bangun nak…saatnya berangkat kesekolah teman-temanmu menunggumu di kelas
Ayo Mandi Nak….sudah siang saatnya kesekolah gurumu merinduknamu di kelas

Seperti  itulah suara dan ajakan orang tua kita saat kecil …saat dimana kita diajak untuk kesekolah, Mungkin ajakan kesekolah yang diingatkan oleh ibu atau ayah kita sering kita abaikan dan sering kita tutup telinga apalagi anak laki-laki hehehe….sayapun pernah merasakannya.
Saat-saat dimana kita masih kecil dimulai dari bangku TK hingga Perguruan Tinggi  orang tua kita selalu mengajak kita untuk selalu kesekolah ajakan yang sangat berguna dan bermanfaat ketika kita sudah menjadi besar dan dewasa.
Sekolah itu penting, memutus tali kemiskinan memutus tali kebodohan dan ketertinggalan, sekolah membawa kita lebih baik dan lebih memaknai kehidupan, agama selalu mengajarkan kita agar selalu belajar belajar dan terus belajar termasuk membaca “iqra’ 

Selagi masih muda maka kembalilah sekolah…
Jambi 11 mei 2015, saat mendaftar pasca sarjana di Universitas Jambi

ISPIKANI MENGADAKAN DISKUSI PUBLIK

Perikanan Pasca UU No. 23 Tahun 2014

Lahirnya UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setidaknya memberikan dampak, tidak terkecuali bagi Sektor Kelautan dan Perikanan. Hadirnya UU ini telah merubah “peta jalan” perikanan kedepan, dari pembangunan perikanan berbasis kabupaten/kota menjadi berbasis propinsi. Artinya, pembangunan perikanan akan mengalami pergeseran kewenangan dalam pengelolaannya.  Dalam kondisi ini, Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) hadir ujar Ketua Umum ISPIKANI Periode 2014-2018, Dr. Gellwynn Jusuf, untuk mencari solusi melalui kegiatan Diskusi Publik yang merupakan bagian dari kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ISPIKANI VII hari ini (18/4) di Jakarta.
Sebagai organisasi profesi perikanan yang didirikan pada tanggal 21 Mei 1984, ISPIKANI berupaya untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap kemajuan pembangunan perikanan di Indonesia. Kehadiran UU ini dianggap akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan perikanan, baik dalam kegiatan penangkapan ikan maupun budidaya perikanan. Kesiapan daerah sangat diperlukan untuk merespon perubahan ini.

Belajar Memimpin Dari Sopir Mobil

Jum’at sore saya melakukan perjalanan dari Jambi menuju kota Jakarta melalui jalur darat dengan memakai mobil Truk 10 roda dengan muatan Fillet Ikan Patin yang akan saya bawa ke Jakarta, perjalanan ini sangat melelahkan dan panjang melewati kota Jambi,Palembang dan lampung hingga menyeberang selat sunda dengan kapal laut, dengan  dihiasi pemandangan dari darat kelaut dan dengan waktu 2 hari 2 malam, perjalanan ini tak terasa melelahkan. 
Di perjalanan saya banyak berdiskusi dengan sopir truk, muali dari diskusi soal urusan politik,priseden,menteri hingga sola preman dan sebagaianya, diskusi dengan sopir truk diperjalanan menuju Jakarta memang sangat mengasyikkan saling tertawa,bercanda dan tersenyum ketika ada hal-hal yang menarik yang kita temui diperjalanan kami.

Ketika Rindu dengan IBU.....


Ketika kita sibuk dengan pekerjaan atau sibuk dengan kegiatan setiap hari maka sering kita melupakan orang yang melahirkan kita… kita selalu disibukkan dengan pekerjaan atau kegiatan kampus sewaktu mahasiswa yang sangat banyak tapi lupa dengan orang yang telah melahirkan kita…
Ibu adalah orang yang sangat berjazah melahirkan kita dimuka bumi ini, membesarkan kita dan menyekolahkan kita hingga ke puncak kesuksesan..ibu selalu berdoa agar anaknya kelak menjadi orang yang sukses orang yang berguna bagi agamanya dan bangsanya, ibu selalu menyempatkan waktu untuk mendoakan anaknya kepada Allah Swt, doa-doa ibu selalu terdengar disetiap sholatnya distiap dia menunaikan beribadah,

Ketika kita rindu dengan Ibu di perantauan maka yang bisa kita lakukan adalah hanya menelfon, mendegarkan suaranya dan kabarnya…ya…begitulah yang kita lakukan ketika saat-saat rindu itu datang, sesekali kita menanyakan kabar ibu melalui telfon dan menanyakan ibu makan apa hari ini…dan ibu saat itu ibu hanya menjawab sangat sederhana  nak…jangan pikirkan saya …nak..pikirkanlah bagimana keadaan kamu disana..bagimana hubunganmu dengan tuhan dan orang-orang yang ada disana sebab jika hubunganmu dengan tuhan selalu dijaga nak… maka ibu selalu baik-baik saja disini dan jika hubunganmu dengan sesama manusia baik nak..maka ibu merasa bahagia dan senang di rumah nak…..
Ibu tak mengharpkan apa-apa dari kamu nak…ibu hanya berharap kamu menjadi baik,,bahagia dunia dan akhirat nak…kebahagianmu adalah kebahagian ibu juga nak..
Pesan pesan ibu ketika kita menelfon pasti membuat hati kita sedih bercampur bahagia…ibu yang dulu membesarkan kita dari kecil hingga besar dan mendidik kita dari yang tidak tau apa-apa menjadi tau hanya meminta kita untuk selalu dengan tuhan dan perbaiki hubungan dengan sesama manusia…luar biasa seorang ibu…

Profil Bisnis Fillet Ikan Patin (UPI JAMBI)


Kebutuhan untuk mengkonsumsi ikan semakin meningkat seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan pangan berprotein tinggi dan menyehatkan. Hal ini ikut mendorong tumbuhnya industri pengolahan ikan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perum Perindo sebagai salah satu BUMN Perikanan yang bergerak dalam pengembangan sistem bisnis perikanan bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi dalam mengembangkan Unit Pengolahan Ikan (UPI) fillet patin di Desa Kemingking, Kab. Muaro Jambi. Berdirinya unit pengolahan fillet ikan patin tersebut sebagai upaya pengoptimalan nilai tambah ikan patin sebagai komoditas perikanan utama di Kabupaten Muaro Jambi. Diharapkan dengan adanya UPI fillet patin tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan patin. Target kedepan tidak hanya mampu memproduksi fillet ikan patin berkualitas, namun mampu membuat bahan baku pakan ikan.

PRO-KONTRA KEBIJAKAN IBU SUSI (KKP)

Ketika ibu Susi Pudjiastuti terpilih menjadi nahkoda baru KKP harapan rakyat Indonesia telah berada dipundaknya terlebih lagi rakyat yang ada dipesisir dan pulau-pulau kecil terutama nelayan dan pembudidaya ikan, harapan diisertai rasa senang dan bahagia agar mereka bisa keluar dari jeratan kemiskinan, meskipun saat itu banyak yang meragukan ibu susi yang hanya lulusan SMP dan tak lulus SMA, namun bagi nelayan dan pembudidaya tak menjadi masalah, mereka hanya berharap ibu susi mencintai nelayan dan pembudidaya dengan kerja nyata.
Waktu terus berjalan mengiringi popularitas ibu susi, ada yang menghujat dan tak sedikit yang mendukung, kebijakan kebijakanya yang menuai pro dan kontra menyebabkan media terfokus terhadap sektor perikanan, ditambah lagi program prioritas presiden jokowi saat kampanye pilpres lalu memang berada di sektor maritim termasuk perikanan, sehingga hal ini menjadi sangat menarik akankah seorang yanga hanya lulus SMP bisa sukses memimpin KKP yang merupakan visi utama presiden Jokowi.

4 Bulan bersama Rakyat Jambi


Dalam catatan kehidupan saya merasakan dunia kerja setelah lulus di perguruan tinggi untuk kali pertamanya, saya merasakan bahwa dunia kerja begitu berbeda dengan dunia kampus yang selama ini membimbing saya menjadi seorang petarung, saya mendapatkan perbedaan itu dimulai dari kehidupan kerja di kota jakarta dengan pola hidup bangun pagi pulang malam dan bergulir setiap saat selama 1 bulan di Jakarta.kehidupan dijakarta baru saya rasakan dalam diri saya sangat dan sangat penuh perjuangan meskipun saya hanya 1 bulan bekerja dijakarta setelah itu saya dipindah tugaskan.
Alhamdulillah 4 bulan berlalu saya mengabdi di kota jambi, kota yang menurut saya sangat nyaman untuk hidup bahagia bersama alam dan masyarakatnya, November adalah bulan dimana saya diberi tugas oleh pimpinan perusahaan mengolah sebuah pabrik unit pengolahan ikan di jambi, tugas yang menurut hati saya sangat berat dan penuh tantangan, saya katakan sangat berat sebab baru 1 bulan saya diterima di sebuah BUMN perusahaan perikanan langsung ditugaskan ke daerah untuk bekerja lebih keras membangun perusahaan perikanan tersebut.

Nelayan, Pengusaha dan Ibu Susi (Menyambut Hari Nelayan 6 April 2015 )

Nelayan

            Mengupas problematika kehidupan nelayan tidak pernah ada habisnya.Isu kesejahteraan dan kesenjangan sosial ekonomi dalam kehidupan masyarakat nelayan menjadi fakta yang terpampang jelas. Pemukiman kumuh, fasilitas pendidikan dan kesehatan, dan ketiadaan jaminan penghidupan yang lebih baik.Urat nadi kehidupan nelayan sangat bergantung pada nilai jual hasil tangkap, biaya melaut serta kondisi alam. Semakin tinggi jumlah hasil tangkapan yang didapat, kondisi cuaca untuk melaut memadai dan keterjangkauan membeli logistik melaut akan sangat berpengaruh pada pendapatan nelayan. kenyataan di lapangan  sangat jauh dari harapan pendapatan nelayan yang didapat tidak pernah sepadan dengan kebutuhan hidup yang tinggi. Kemiskinan nelayan bukan hanya tentang persoalan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar (sandang, pangan dan papan), namun juga harus memandang aspek social dan politik. Ketimpangan sosial ekonomi yang dirasakan nelayan sebagai akibat dari kebijakan dalam pengelolaan sumberdaya alam sejak Indonesia merdeka setiap kebijakan tak begitu berpengaruh dari kahidupan nelayan yang miskin, persoalan lain adalah rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia utamanya masyarakat nelayan menjadikan tidak berkembangnya potensi–potensi di kawasan pesisir. Selain itu rendahnya SDM  berpengaruh juga pada pemahaman dan cara berpikir  untuk mengelola sumberdaya perikanan yang merusak dan tidak berkelanjutan, Hanya berpikir pemenuhan kebutuhan hari ini, Seperti penggunaan bom ikan, dan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

JALAN JALAN KE KUALA TUNGKAL JAMBI

Pagi yang cerah di hari minggu membuat saya rindu untuk berwisata menjelajahi tanah jambi, minggu pagi saya mengajak seorang teman untuk berkunjung ke kuala tungkal sekitar 150 KM dari kota jambi, kuala tungkal merupakan salah satu daerah pesisir timur jambi yang murapakan kota administrasi Kabupaten Tanjung Jabung barat, memiliki suku yang heterogen dan hidup rukun ramah dan saling menghormati.


Perjalanan saya dari jambi menuju kuala tungkal dengan menaiki sepeda motor sekitar 150 Km, sepanjang perjalanan pemandangan yang indah dengan kondisi jalanan yang sangat bagus, diperjalanan saya sekali-kali beristirahat dan menikmati secangkir kopi. 
Sesampai di kota tungkal  saya langsung menikmati pemandangan alam pelabuhan tungkal, tidak jauh dari pusat perbelanjaan, kemudian disamping pelabuhan terdapat taman ancol yang merupakan taman yang baru saja didirkan oleh pemerintah setempat dikawasan teluk tungkal, dilokasi ini para pemuda dan pemudi menikmati indahnya alam disore hari, orang tua tak ketinggalan banyak rombongan keluarga disore hari ikut menikmati indahanya sore hari di taman ini.

Ayo Kapten….Kita Berlayar Bersama ISPIKANI

Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia adalah organisasi profesi yang didirikan pada tanggal 21 Mei 1984, pada hakekatnyya dibentuk sebagai forum silaturahmi antar sarjana perikanan sehingga mampu memberikan kontribusi pemikiran tehadap kemajuan pembangunan perikanan di Indonesia.

Lahirnya wadah Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia adalah sebagai bentuk menggalang potensi segenap sarjana perikanan guna menjadi penggerak pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Tatk bisa pungkiri organisasi ini lama berlabuh dipulau sehingga menyebabkan tak berlayar tak lain disebabkan oleh sibuknya nahkoda dan para ABK di berbagai institusi perikanan.

tahun 2014 menjadi momen penting kembalinya berlayar ISPIKANI....tahun dimana kongres ISPIKANI Ke VII dilaksanakn sebagai awal kembangkitan generasi muda sarjana perikanan indonesia, disinilah harapan baru itu kembali dikomandankan oleh nahkoda baru ispikani untuk berlayar menuju pulau harapan.

SAYA MENCINTAI PEKERJAANKU.....#IW

cinta akan mengubah segalanya menjadi indah...menjadi bermakna, cinta akan mengubah pahit menjadi manis, dan manis berbuah menjadi ibadah, cinta tak mengenal ruang dan waktu selalu indah ketika dia ada dalam setiap kegiatan dan waktu.
sama seperti cinta kita kepada tuhan ataupun kepada sesama manusia.terasa bahagia ketika kita menunaikan ibadah dan terasa senang ketika kita bersama saling canda dan tertawa meskipun dalam keadaan sedih, sebab cinta mengubah keadaan yang tak mungkin menjadi mungkin
didalam pekerjaan ketika cinta dihadirkan maka semuanya akan menjadi sanat luar biasa ,...dan pekerjaan itu senang untuk dijalankan. didalam pekerjaan ketika dilandasi rasa cinta maka pekerjaan yang berat akan terasa ringan sebab niatnya adalah rasa cinta.

Untuk Bangsaku ......IW


  3 bulan berada dijambi, proses hidup proses belajar, membangun bangsa tidak mesti ikut dalam percaturan politik, membangun bangsa bisa dalam bentuk usaha kecil,dan menjadi bagian dari BUMN, 3 bulan bersama nelayan,petambak,dan suku anak dalam jambi merupakan hal yang indah dalam catatan kehidupan. membangun bangsa tidak mesti banyak uang dan harus kaya, kita hanya perlu sekelompok anak muda yang mau bekerja ikhlas,cukup untuk makan sehari tidak korupsi dan dekat dengan masyarakat.

  saya miskin tapi saya bermartabat, saya miskin tapi punya keberanian untuk berbuat membangun bangsa, hidup bersama anak suku dalam dijambi merupakan proses keyakinan bahwa apa yang saya lakukan hari ini adalah bekal 1atau 5 tahun kedepan...salamakki salam hangat dari tanah perantauan sumatera.
masa depanmu akan banyak ditentukan dengan siapa hari ini kamu berteman"  jambi 9 Maret  2015.

syaratku untuk menjadi sukses.........IW


syaratku untuk menjadi sukses.......................IW
kampus telah mengajariku berbuat untuk bangsa...kampus telah membimbingku menjadi sarjana itu semua tak terlepas dari dorongan orang tua dan para dosen dan senior2 saya.....
2014....adalah tahun dimana saya menjadi sarjana status yg mengangkat saya lebih baik dibanding sebelumnya...meskipun banyak rintangan cobaan tapi semua itu terlewati begitu saja tentunya dibantu dengan penguatan iman dan doa2 orng tua....
saya pernah dikucilkan ,,,direndahkan dan tidak dianggap tapi semua itu membuatku semangat...sebab saya meyakini ada org tua yang selalu memberikan doa doa agar anaknya menjadi org yang berguna untuk bangsanya dan agamanya....
untuk mencapai gelar sarjana memang agak suit...tapi setelah itu untuk mencari pekerjaan tak sesulit itu...syratnya apa,,,,doa orang tua..dan dukungan org2 terdekat dan tentunya yang mengenal kita...
syraktu menjadi sukses adalah perbaiki hubunganmu dgn orang2 ....org2 yag ada disekitrmu,,orang2 yang menemanimu setia hingga ketitik kesuksesan....dengan kunci utama doa orang tua....
JAMBI DI sore hari....SALAMAKKI ...IW

Permen (Susi) KKP yang membabi buta


Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan  No 2/Permen-KP/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) di seluruh wilayah pengelolaan perikanan Indonesia telah meletupkan berbagai pro kontra. Berdasarkan permen itu dijelaskan jenis pukat hela (trawl) yang dilarang antara lain pukat hela dasar (bottom trawls), pukat hela pertengahan (midwater trawls), pukat hela kembar berpapan (otter twin trawls) dan pukat dorong serta pukat udang. Kemudian pukat tarik yang dilarang adalah pukat tarik pantai (beach seines), dan pukat tarik berkapal (boat or vessel seines) yang meliputi payang, pair seines, cantrang dan lampara dasar. Kebijakan peraturan menteri ini dilakukan semata untuk melestarikan sumberdaya perikanan dan keberlanjutan masa depan penangkapan di Indonesia. Namun di lain pihak seperti pengusaha trawl tentu “mematikan” sumber penghidupan dan mau tak mau harus memPHK nelayan buruh yang menjadi penggerak usahanya. Seperti yang diungkap oleh Ketua Umum HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Yussuf Solichien menyatakan bahwa tidak semua alat tangkap jenis trawl merusak lingkungan. Seperti jenis trawl teri tradisional yang dipergunakan di Sumatera Utara yang tetap memegang teguh kearifan lokal sehingga tidak menganggu kelestarian sumberdaya ikan. Selain itu , penggunaan alat tangkap jenis beach seines selama ini memang benar – benar dilakukan oleh nelayan kecil yang tidak memiliki armada dan alat tangkap ikan yang memadai. Lantas bagaimanakah nasib mereka?

            Tindakan tegas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Permen KP No 2/2015 tersebut didasarkan pada Keppres Nomor 39 tahun 1980, keluhan nelayan akan sulitnya mencari ikan serta tidak adanya tindakan tegas terhadap penggunaan trawl yang merugikan. Penerapan Permen KKP tersebut berimbas pada kehilangan lapangan pekerjaan bagi nelayan yang menggantungkan hidup pada trawl. Memang selama ini, trawl dikenal sebagai alat tangkap ikan yang efisien namun juga merupakan “buldoser” laut yang siap menyapu apapun yang ada termasuk merusak terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang tidak layak tangkap. Imbas dari diberlakukan Permen KP No 2/2015 dengan menyita dan memusnahkan serta memberikan hukuman bagi pemilik alat tangkap trawl dan seine nets.
Kebijakan Permen tersebut memang dinilai membabi buta tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat nelayan, karena memberikan larangan penggunaan alat tangkap tak ramah lingkungan (trawl dan seine nets) namun tidak memberikan solusi tepat dan bermanfaat khususnya alat tangkap yang ramah lingkungan. Seharusnya sebelum memutuskan menerbitkan dan menerapkan Permen pelarangan penggunaan trawl dan seine nets, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memiliki solusi alat tangkap yang ramah lingkungan dan mampu menggantikan peran dari kedua alat tangkap tersebut. Setelah itu, baru dilakukan sosialisasi menyeluruh kepada pengusaha dan nelayan pengguna alat tangkap trawl dan seine nets untuk beralih kepada alat tangkap yang ramah lingkungan. Selanjutnya, setelah melalui proses sosialisasi yang cukup dan berjangka waktu barulah terbit permen pelarangan penggunaan trawl dan seine nets. Selain itu, untuk mengantisipasi adanya pengangguran nelayan dengan mempersiapkan progam pengalihan profesi seperti menjadi pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan.
Dari aspek partisipasi peraturan menteri kelautan dan perikanan ini sangat disayangkan sebab sepanjang sejarah kementerian kelautan dan perikanan ini baru pertama kali sebuah peraturan di terbitkan tanpa ada sosialisasi dan tanpa adanya pelibatan asosiasi atau pemangku kepentingan, baik itu nelayan,pengusaha ataupun para akademisi, meskipun dari aspek lingkungan bagus namun bukan berarti pemerintah dalam hal ini KKP seenaknya saja membuat kebijakan tanpa pelibatan masyrakat perikanan, kehadiran pemerintah seharusnya menjadi jembatan menuju kesejahteraan dan perbaikan bukan malah membabi buta dan otoriter membuat kebijakan tanpa ada solusi yang baik.
Jambi 2 Maret 2015.

Permen Menteri Kelautan dan Perikanan bukan Permen Karet




     Memasuki 100 hari kabinet kerja Jokowi tak seperti yang dibayangkan akan berjalan mulus dan sesuai dengan apa yang dijanjikan, visi-misi presiden Jokowi-Jk terkait pembangunan perikanan seperti yang dijanjikan masa masa kampanye presiden belum terlihat sama sekali, meskipun terobosan menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti mulai terlihat kepermukaan dan telah bekerja keras membuat kebjakan kebijakan yang di harapakn bisa membangun masyarakat perikanan dari keterpurukan dan kemiskinan.

     Sejak dilantik menjadi Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastui berbagai upaya dan gebrakan terkait perikanan tangkap terus dikeluarkan, terhitung sejak dilantik menteri kelautan dan perikanan ini sudah mengelurkan peraturan menteri terkait pelarangan “TRANSHIPMENT’ bagi kapal kapal besar yang mencari ikan di wilayah penangkapan perikanan Republik Indonesia. Kebijakan ini sebagian didukung nelayan kecil sebagai terobosan yang baik guna mendata hasil tangkapan yang ada diwilayah penangkapan perikanan Indonesia, akan tetapi lain halnya dengan pengusaha lokal yang lama berkiprah didunia perikanan, mereka mengangap kebijakan menteri keluatan dan perikanan ini menyulitkan dan membutuhkan biaya mahal dan sangat merugikan pengusaha lokal yang ada di indonesia. Banyak pengusaha tuna yang beranggapan “sebagai pengusaha kami kan butuh siasat agar cost operasionalnya lebih murah. Jadi harusnya dibedakan, transhipment yang dilarang adalah bongkar muat untuk kemudian dibawa ke luar. Lha kami itu transhpiment tapi terus dibawa ke Jakarta,”  tutur seorang pengusaha lokal yang tidak mau menerima larangan menteri tersebut.

     Menurut menteri kelautan dan perikanan alasan kuat pelarangan transhipment adalah, mencegah penjualan ikan langsung ke luar negeri, dan yang kedua untuk menghidupkan kembali pelabuhan perikanan di setiap daerah, serta mencegah penjualan solar secara ilegal yang dilakukan oleh nelayan di tengah laut. Transhipment ini dilarang oleh undang-undang Perikanan, beberapa tahun lalu ada permen yang memperbolehkan dan itu tidak sesuai dengan UU. Jika kita memperbolehkan transhipment berarti kita harus mengganti UU dulu, seperti itu penuturan menteri sehingga tidak ada tawar menawar terkait bogkar muat di tengah laut, hal ini sangat menegasakan betapa kuatnya komitmen menteri Susi Pudjiastuti membangun perikanan secara transparan dan berkelanjutkan.

       Kebijakan lain menteri kelautan dan perikanan  yang menuai kontroversi adalah peraturan menteri terkait larangan ekspor “Kapeting,Lobster dan rajungan” yang bertelur dan memiliki ukuran tertentu. Kebijakan ini akhirnya ditolak beberapa pengusaha lobster,kepiting dan rajungan, banyak pengusaha lokal yang mengangap kebijakan menteri kelautan dan perikanan mendatangkan musibah bagi pembuidaya dan nelayan kepiting dan melumpuhkan ekonomi masyarakat kecil. Namun meskipun menuai protes dari nelayan dan para pengusaha lokal, menteri Susi Pudjiastuti tetap melaksanakan permen tersebut tanpa ada tawar menawar hal ini menegaskan bahwa komitmen menteri kelautan dan perikanan sangat kuat dan aturan harus ditegakkan tanpa memandang siapa yang merasa dirugikan, ini juga menegaskan bahwa permen kelautan dan perikanan bukan permen karet yang bisa ditarik kembali karenah banyaknya aksi protes.

KARYA POPULER