Selamat Datang di Blog Kampung Nelayan

Kembang desa kemingking dalam jambi ( gadis desa yang ramah dan cantik )



Hai bunga primadona desa, kau indah merekah
Izinkan ku memetikmu untuk kutanamkan
Dalam jambangan hati di taman sanubari
Sebagai tumpang sari semerbak mewangi
Hai bunga primadona desa, kau indah merekah

Alam sekitar menjadi saksi
Jadi saksi akan keindahanmu
Kicau burung-burung
Memuji penciptaanmu

Aneka bunga merasa iri
Iri hati akan keindahanmu
Karena kumbang-kumbang
Bersaing mempersuntingmu…(lirik lagu Bang Rhoma Primadona Desa)

Pagi yang indah di Desa Kemingking dalam Kecamatan Taman Rajo Kab. Mauro Jambi, suasana desa yang indah dengan udara segar ditemani kopi dan sepotong pisang goreng sebagai sarapan pagi, matahari mulai menampakkan dirinya perlahan lahan dengan sinaran memberikan harapan.suara burung gereja dan monyet bermain dihalaman pabrik yang lumayan luas buat bercanda bersama sanak keluarga para monyet ibu bapak dan anak saling berkejaran dan bahagia menyambut pagi yang cerah.

Tak jauh dari pabrik pengolahan sungai batang hari mulai menampakkan kesibukanya….seiring dengan sambutan matahari menyinari coklatnya sungai batang hari yang dulunya indah dan sangat menawan, masyarakat pinggiran sungai batang hari sibuk dengan mencuci dan mandi begitulah kesibukan sehari hari ibu rumah tangga, sekali kali suara bunga desa terdengar di antara ibu ibu yang mencuci dipingiran sungai batang hari, bernyanyi dengan suara merdu seperti merdunya burung burung yang ada di hutan belantara, bunga desa ibarat telur yang baru diteteskan begitu indah dan cantik warna kulitnya.

Sore hari bunga desa kemingking dalam biasanya berkumpul di teras rumah saling bercanda bersama bunga bunga lain, bunga desa kulitnya lembut suaranya merdu terdengar terasa hati ini ada dialam penuh kedamaian, senyuman bunga desa disore hari kadang mengiringi senja di sungai batang hari mempesona, senyuman bunga desa mengiringi burung burung balik ke sarangya seketika balik dari mencari nafkah.matanya yang seperti mutiara tak bosan untuk menatapnya tak bosan untuk meratapinya hingga hati merasa bahagia bercampur ingin mempersuntingya.

Setiap keindahan dlihat oleh mata itulah perhiasan dunia yang ciptakan tuhan untuk hambanya termasuk indah dan cantiknya bunga desa kemingking dalam.

Bunga desa yang menawan rambutnya indah terurai seperti lembutnya kain sutra suku melayu, lembut dirasakan menusuk jantung hati, lembutnya rambut seperti merdunya suara bunga desa, setiap hari disiram dengan kelembutan tangan bunga desa, hingga suasan berubah jadi indah.

Jalan jalan ke kota jambi,,,melihat candi muaro jambi…
Jangan lupa menyapa bunga desa kemingking dalam..
Bunganya lembut harum membawa keindahan….
Bunga membawa keberkahan…
Bunga desa…kembang desa..itulah primadona desa kemingking dalam..

Jambi 27 desember 2014





Cinta Bersemi Di Pabrik Pengolahan Fillet Ikan Patin ( Catatan Kehidupan Di Pabrik UPI Jambi )



Hidup ini indah jika kita bisa menghiasinya dengan senyuman canda dan tawa bersama orang-orang yang ada disekeliling kita, hidup ini terasa berat jika kita terus meratapi nasib dan tak mau berbagi bersama orang-orang yang ada disekeliling kita. Manusia diciptakan berbeda-beda baik suku,agama dan ras akan tetapi manusia sama dimata tuhan dan manusia diciptakan tuhan sama-sama memiliki rasa hati,perasaan cinta,dan saling suka diantara sesamanya.
Kata tuhan : nikmat mana yang kamu ingkari…. Termasuk nikmat perasaan senang,bahagia dan jatuh cinta ketika melihat keindahan alam dan kecantikan seorang perempuan dan gagahnya seorang lelaki. Seperti itulah nikmat yang diberikan tuhan kepada hambanya dimanapun dan kapanpun ketika melihat keindahan dan kecantikan seorang bidadari perempuan maka secara manusiawi akan senang dan bahagia, cinta bisa datang oleh sebab bertemu dutaman bisa juga ketika kita bekerja dalam sebuah perusahaan atau pabrik pengolahan fillet ikan.
Ketika cinta dan rasa saling suka disebabkan oleh saling kenal dan sering bertemu itu hal yang biasa biasa saja bagi anak muda, akan tetapi ketika cinta datang dan rasa saling suka itu disebabkan oelh sebuah pabrik pengolahan ikan maka itu nikmat yang sangat luar biasa diberikan tuhan kepada manusia, cerita cinta yang dialami teman saya yang jatuh cinta di pabrik pengolahan fillet patin ini merupakan sebuah kenangan yang sangat dan sangat tidak bisa saya lupakan, mau ikuti ceritanya ayoo kita lanjutkan.
Saya dan teman saya namanya Reska bekerja di sebuah BUMN yang berkantor pusat dijakarta, saya kemudian ditugaskan mengolah pabrik pengolahan fillet patin di Jambi letaknya di desa kemingking,kecamatan taman rajo, Kab.Muaro Jambi. Sebuah desa jauh dari pusat kota yang masyrakatnya hidup rukun dan tenang, kami memiliki karyawan sebanyak 20 orang dengan persentasi perempuan sebanyak 16 orang ini disebabkan pabrik ini mengolah ikan patin menjadi fillet dan rata rata perempuan yang memiliki keahlian tersebut.
Tidak terasa 1 bulan kami berada dipabrik pengolahan fillet ikan patin, kami berdua merasa senang dan mulai dekat dengan karyawan yang memang direkrut asli dari penduduk desa kemingking, hingga disuatu hari teman saya reska berkata: ternyata cewek cewek disini baik baik yaa….dan semakin hari semakin cantik aja bro… sayapun menanggapi perkataan teman saya ; mungkin kamu jarang kekota bro..sehingga tidak ada cewek lain yang kamu lihat dan akhirnya kamu mulai melihat semua karyawan UPI cantik atau bisa saja kamu jatuh cinta bro.. sama salah satu karyawan kita, teman saya tersenyum aja mendengarkan perkataan saya.
Keesokan harinya teman aku sering melamun dan sering duduk sendiri entah apa yang dipikirkan dalam pikiran saya mungkin teman saya lagi jatuh cinta dengan salah satu karyawan di UPI, hari berganti hari teman saya sering melamun ditemani gitarnya diiringi lagu yang romantis berjudul “ aku jatuh cinta “ lagu ini yang menamni kerinduan hati teman saya. Setiap kali melihat teman saya saya penasaran dengan siapa dia jatuh cinta, gossip dikalangan karyawanpun mulai terdengar dari satu mulut ke mulut lain tentang jatuh cintahnya teman saya, ini uda menjadi buah bibir diantara teman-teman karyawan bahwa teman saya jatuh cinta ke salah satu karyawan di UPI.
Hari demi hari setiap kali pabrik berproduksi teman saya menjadi candaan di ruang proses namun itu sekedar candaan dan penyemangat bagi karyawan lain dalam bekerja, teman sayapun menjalani candaan itu dengan senyuman dan kebahagiaan senyuman yang menawan. Dan samapai saat ini belum ada yang tau pasti apakah teman saya betul betul menjalin cinta atau sekedar gossip hanya tuhan dan teman saya yang tau, sebab cinta tak bisa dipaksakan.
Cerita ini merupakan sebuah pelajaran bahwa cinta bisa lahir dimana dan kapan saja tak mengenal ruang dan waktu, cinta melahirkan kasih sayang dan membangunkan semangat anak muda, cinta bisa mengubah segalanya termasuk mengubah perusahaan menjadi perusahaan pengolahan ikan yang membanggakan bangsa Indonesia.
Jambi 26 Desember 2014


Perlunya Kebijakan Baru terhadap Industri Pengolahan Perikanan Di Indonesia.



Industri pengolahan perikanan Indonesia agaknya belum menjadi prioritas utama bagi Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), mengingat belum menggairahkan hasil produksi pengolahan perikanan Indonesia yang mampu terserap pasar dalam negeri maupun luar negeri. Produk olahan perikanan Indonesia hanya menguasai 11 persen pangsa pasar, kalah jauh jika dibandingkan dengan Thailand sebesar 48% pangsa pasar produk olahannya. Padahal kawasan laut Indonesia 17 kali lebih besar dibanding Thailand !. Tentu hal ini tidak sebanding dengan berlimpahnya sumberdaya ikan dan luasnya potensi lahan budidaya di Indonesia. Saat ini, ikan sebagai sumber protein hewani menjadi bagian dari gaya hidup sehat ikut serta berkonstribusi pada peningkatan kebutuhan akan hasil olahan ikan. Permasalahannya sudah siapkah industri pengolahan perikanan Indonesia?
Seperti yang kita ketahui, sifat komoditi perikanan khususnya ikan sangat cepat mengalami penurunan mutu. Untuk itu dibutuhkan suatu penanganan agar kualitas atau mutu ikan tetap terjaga. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan melalui kegiatan industri perikanan seperti cold storage, pabrik fillet ikan, dan industi olahan ikan lainnya. Semua usaha perikanan tersebut memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk jika dibandingkan dengan menjual ikan dalam bentuk segar. Namun tidak dapat dipungkiri usaha perikanan dihadapkan dengan masalah ketidakpastian produksi, penggunaan investasi dan biaya operasional yang relatif tinggi sehingga dalam pencapaian keberhasilan secara komprehensif pada usaha yang dijalankan perlu diterapkan manajemen yang baik, jika keberhasilan dan pengembangan usaha ingin dicapai (Shinta, 2010). Pemerintah terus mendorong industri perikanan berjaya, namun adakah dukungan pemerintah untuk itu?
Pertanyaan yang lagi – lagi timbul, sudah siapkah kita menghadapi Asean Economic Community 2015? AEC bertujuan untuk menciptakan single market dengan basis produksi tanpa adanya pajak bagi barang, jasa, investasi dan pekerja terlatih di seluruh kawasan ASEAN. Tentu hal ini membawa keuntungan sekaligus tantangan di tiap negara. Akankah kita (negara) menjadi ceruk pasar dari negara lain ataukah menjadi produsen yang siap mengekspansi dengan produk dalam negeri berdaya saing dan berkualitas ke luar negeri ?.
Industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia masih terseok – seok. Tidak hanya dari segi pengolahannya , namun dari segi pemasaran produk olahan. Jika kita mampu memproduksi tentu kita dituntut untuk mampu menjual hasil produk. Dari segi kualitas produk, tentu kita mampu sejajar dengan hasil olahan dari negara lain. Namun dari segi harga, produk olahan ikan Indonesia masih kalah jauh (baca : mahal) dibandingkan dengan negara lain yang mampu memproduksi dengan harga terjangkau tapi mutu sama baik dengan produk Indonesia. Ada apa ini? Ada apa dengan industri olahan ikan kita?
Jika nanti telah berlaku pasar bebas antar negara ASEAN tentu, ibu – ibu rumah tangga Indonesia lebih memilih “ikan impor” dengan harga murah berkualitas dibanding dengan “ikan made in Indonesia” karena harganya tak lagi terjangkau. Bukannya tidak cinta produk dalam negeri, namun keadaan ekonomi rumah tangga yang serba terbatas tapi harus tetap mampu menyediakan kebutuhan protein keluarga.
Terjangkaunya harga olahan ikan impor tidak terlepas dari murahnya bahan baku ikan itu sendiri. Tidak hanya itu, pakan dalam kegiatan budidaya telah mampu dipenuhi baik secara kualitas dan kuantitas. Seperti yang kita ketahui, pakan menjadi input produksi yang memakan hampir 50 – 60% operasional usaha. Jika kita mampu menekan kebutuhan pakan namun disisi lain mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi, tentu kita mampu menghasilkan keuntungan lebih banyak.
Permasalahan lain yang dihadapi industri pengolahan ikan adalah tingkat serapan pasar masih rendah, terutama pasar lokal. Teknologi budidaya ikan yang masih belum efektif dalam meningkatkan produktivitas sehingga timbul ketidakpastiaan bahan baku ikan.
Ketidakberpihakan pemerintah menjadi faktor utama “jalan ditempat” dalam hal kemajuan industri perikanan. Seperti yang diungkapkan Wakil Kadin Yugi dilansir pada liputan6.com (01/12/2014), untuk mendorong Indonesia sebagai pusat pengolahan ikan dunia setidaknya ada 4 langkah penting yang harus diambil oleh Ibu Susi, Menteri Kelautan dan Perikanan yaitu melakukan standarisasi semua produk perikanan dalam negeri, Melakukan prosessing perikanan dunia di Indonesia berdasarkan standarisasi yang telah dimiliki, Menyediakan tenaga kerja lokal yang terampil dan bersaing dan Mendorong perbankan nasional untuk meningkatkan dan memacu investasi industri pengolahan
            Solusi dari uraian diatas yaitu dengan mendorong peran universitas dalam menciptakan berbagai inovasi dalam kegiatan budidaya. Tidak hanya menghasilkan jurnal penelitian yang hanya usang di perpustakaan namun juga harus mampu diaplikasikan pada masyrakat pembudidaya. Selain itu, sinergi peran masyarakat pembudidaya dan pengolah ikan dalam mengaplikasikan teknologi untuk menghasilkan produk berdaya saing.

"Membangun Bangsa dari Pabrik Fillet Patin “

Pergilah dan Temuilah Masyarakatmu. 
Hidup dan tinggallah bersama mereka. 
Cintai dan berkaryalah bersama mereka.
Mulailah dari apa yang telah mereka miliki.
Buat rencana, lalu 
Bangunlah rencana itu dari apa yang telah mereka miliki.
Sampai akhirnya,
Ketika pekerjaan itu selesai, mereka berkata:
“Kamilah yang telah menyelesaikannya!”
(Syair Puisi Lao Tze)

Syair Puisi diatas menggambarkan sedikit perjalanan hidup saya ketika ditugaskan bekerja disebuah pabrik fillet ikan patin di muaro jambi, sebuah pabrik pengolahan fillet yang dibangun pemerintah untuk membantu petani ikan patin dalam mengolah hasil perikanan budidaya air tawar. Desa kemingking dalam kecamatan Taman Rajo sekitar 25 Km dari Kota Mauro Jambi, sebuah desa yang penduduknya ramah,santun dan sibuk bertani setiap hari. Di muaro jambi terdapat banyak ribuan kolam ikan yang diberdayakan dan dikelolah oleh masyarakat mulai dari ikan patin,dan lele.

Di jambi potensi perikanan budidaya air tawar sangat menjanjikan ini disebabkan letak geoografis dan keadaan alam jambi yang sangat mendukung dengan ketersedian air tanah dan lingkungan yang terdiri dari dataran rendah, terlebih lagi Usaha budidaya ikan air tawar semakin hari semakin menggiurkan. Berdasarkan data Badan Pangan PBB, konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun 2018 produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap (data 2001). Artinya ketika potensi perikanan budidaya air tawar jambi dikelolah dengan baik maka kesejahteraan masyrakat jambi akan semakin meningkat.
Potensi perikanan di jambi seperti ikan patin memang sangat besar dan menjajikan akan tetapi  jika tanpa pengolahan maka harga ekonomis ikan akan stagnan saja tanpa ada pertambahan nilai yang sangat  besar, untuk lebih meningkatkan nilai tambah dari hasil perikanan budidaya patin ini maka pemerintah berinisiatif didirikanya pabrik fillet patin yang sekarang ini saya kelolah. Pabrik ini berkapsitas 5 ton dilengkapi dengan mesin ABF dan Cold Storage, selain itu terdapat pabrik es dengan kapasitas 3 Ton, pabrik pengolahan fillet patin ini berlokasi di desa kemingking dalam kecamatan taman rajo.
Pabrik pengolahan fillet ikan patin ini diresmikan oleh menteri KKP pada tahun 2012 hingga sekarang ada 2 perusahaan yang telah mengoperasikan pabrik ini namun berhenti setiap 6 bulan. Ada yang menyebutkan rugi,ada juga yang beranggapan bahan baku ikan sulit didapatkan, entahlah yang mana yang benar yang jelas pabrik pengolahan fillet patin ini sangat menjanjikan ketika dikelolah dengan baik dan tentunya ihlas.
Saya beranggapan bahwa dengan adanya pabrik pengolahan fillet patin ini maka kita biisa mengurangi impor fillet ke Negara kita, dengan pengolahan fillet patin ini maka masyarakat akan semakin sering mengkonsomsi ikan air tawar, selain itu ketika pabrik fillet patin optimal dioperasikan maka minimal mengurangi kerugian masyarakat petani akibat impor ikan patin dan fillet patin.
Tentunya ini didasari bahwa berdasarkan data KKP Dari kebutuhan fillet ikan patin dalam negri yang diperkirakan mencapai 700 ton per bulan, saat iki hanya dapat dipasok sebanyak 200 ton per bulan saja dari tujuh produsen fillet ikan patin di Indonesia ini menadakan bahawa hamper 500 ton  per bulan kita mengimpor fillet patin. Sungguh ironis ketika kita memiliki potensi besar namun kita tidak memanfaatkan pabrik tersebut.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengolah sumberdaya alamnya dengan bijak, ikan patin yang sangat melimpah di tanah jambi tentunya harus dikololah dengan baik, patin harus diolah menjadi fillet agar nilai tambah secara ekonomisnya dapat meningkatkan kehidupan masyarakat petani ikan pada khususnya dan Indonesia secara umum.

KARYA POPULER