Selamat Datang di Blog Kampung Nelayan

ISPIKANI MENGADAKAN DISKUSI PUBLIK

Perikanan Pasca UU No. 23 Tahun 2014

Lahirnya UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setidaknya memberikan dampak, tidak terkecuali bagi Sektor Kelautan dan Perikanan. Hadirnya UU ini telah merubah “peta jalan” perikanan kedepan, dari pembangunan perikanan berbasis kabupaten/kota menjadi berbasis propinsi. Artinya, pembangunan perikanan akan mengalami pergeseran kewenangan dalam pengelolaannya.  Dalam kondisi ini, Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) hadir ujar Ketua Umum ISPIKANI Periode 2014-2018, Dr. Gellwynn Jusuf, untuk mencari solusi melalui kegiatan Diskusi Publik yang merupakan bagian dari kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ISPIKANI VII hari ini (18/4) di Jakarta.
Sebagai organisasi profesi perikanan yang didirikan pada tanggal 21 Mei 1984, ISPIKANI berupaya untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap kemajuan pembangunan perikanan di Indonesia. Kehadiran UU ini dianggap akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan perikanan, baik dalam kegiatan penangkapan ikan maupun budidaya perikanan. Kesiapan daerah sangat diperlukan untuk merespon perubahan ini.

Belajar Memimpin Dari Sopir Mobil

Jum’at sore saya melakukan perjalanan dari Jambi menuju kota Jakarta melalui jalur darat dengan memakai mobil Truk 10 roda dengan muatan Fillet Ikan Patin yang akan saya bawa ke Jakarta, perjalanan ini sangat melelahkan dan panjang melewati kota Jambi,Palembang dan lampung hingga menyeberang selat sunda dengan kapal laut, dengan  dihiasi pemandangan dari darat kelaut dan dengan waktu 2 hari 2 malam, perjalanan ini tak terasa melelahkan. 
Di perjalanan saya banyak berdiskusi dengan sopir truk, muali dari diskusi soal urusan politik,priseden,menteri hingga sola preman dan sebagaianya, diskusi dengan sopir truk diperjalanan menuju Jakarta memang sangat mengasyikkan saling tertawa,bercanda dan tersenyum ketika ada hal-hal yang menarik yang kita temui diperjalanan kami.

Ketika Rindu dengan IBU.....


Ketika kita sibuk dengan pekerjaan atau sibuk dengan kegiatan setiap hari maka sering kita melupakan orang yang melahirkan kita… kita selalu disibukkan dengan pekerjaan atau kegiatan kampus sewaktu mahasiswa yang sangat banyak tapi lupa dengan orang yang telah melahirkan kita…
Ibu adalah orang yang sangat berjazah melahirkan kita dimuka bumi ini, membesarkan kita dan menyekolahkan kita hingga ke puncak kesuksesan..ibu selalu berdoa agar anaknya kelak menjadi orang yang sukses orang yang berguna bagi agamanya dan bangsanya, ibu selalu menyempatkan waktu untuk mendoakan anaknya kepada Allah Swt, doa-doa ibu selalu terdengar disetiap sholatnya distiap dia menunaikan beribadah,

Ketika kita rindu dengan Ibu di perantauan maka yang bisa kita lakukan adalah hanya menelfon, mendegarkan suaranya dan kabarnya…ya…begitulah yang kita lakukan ketika saat-saat rindu itu datang, sesekali kita menanyakan kabar ibu melalui telfon dan menanyakan ibu makan apa hari ini…dan ibu saat itu ibu hanya menjawab sangat sederhana  nak…jangan pikirkan saya …nak..pikirkanlah bagimana keadaan kamu disana..bagimana hubunganmu dengan tuhan dan orang-orang yang ada disana sebab jika hubunganmu dengan tuhan selalu dijaga nak… maka ibu selalu baik-baik saja disini dan jika hubunganmu dengan sesama manusia baik nak..maka ibu merasa bahagia dan senang di rumah nak…..
Ibu tak mengharpkan apa-apa dari kamu nak…ibu hanya berharap kamu menjadi baik,,bahagia dunia dan akhirat nak…kebahagianmu adalah kebahagian ibu juga nak..
Pesan pesan ibu ketika kita menelfon pasti membuat hati kita sedih bercampur bahagia…ibu yang dulu membesarkan kita dari kecil hingga besar dan mendidik kita dari yang tidak tau apa-apa menjadi tau hanya meminta kita untuk selalu dengan tuhan dan perbaiki hubungan dengan sesama manusia…luar biasa seorang ibu…

Profil Bisnis Fillet Ikan Patin (UPI JAMBI)


Kebutuhan untuk mengkonsumsi ikan semakin meningkat seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan pangan berprotein tinggi dan menyehatkan. Hal ini ikut mendorong tumbuhnya industri pengolahan ikan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perum Perindo sebagai salah satu BUMN Perikanan yang bergerak dalam pengembangan sistem bisnis perikanan bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi dalam mengembangkan Unit Pengolahan Ikan (UPI) fillet patin di Desa Kemingking, Kab. Muaro Jambi. Berdirinya unit pengolahan fillet ikan patin tersebut sebagai upaya pengoptimalan nilai tambah ikan patin sebagai komoditas perikanan utama di Kabupaten Muaro Jambi. Diharapkan dengan adanya UPI fillet patin tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan patin. Target kedepan tidak hanya mampu memproduksi fillet ikan patin berkualitas, namun mampu membuat bahan baku pakan ikan.

PRO-KONTRA KEBIJAKAN IBU SUSI (KKP)

Ketika ibu Susi Pudjiastuti terpilih menjadi nahkoda baru KKP harapan rakyat Indonesia telah berada dipundaknya terlebih lagi rakyat yang ada dipesisir dan pulau-pulau kecil terutama nelayan dan pembudidaya ikan, harapan diisertai rasa senang dan bahagia agar mereka bisa keluar dari jeratan kemiskinan, meskipun saat itu banyak yang meragukan ibu susi yang hanya lulusan SMP dan tak lulus SMA, namun bagi nelayan dan pembudidaya tak menjadi masalah, mereka hanya berharap ibu susi mencintai nelayan dan pembudidaya dengan kerja nyata.
Waktu terus berjalan mengiringi popularitas ibu susi, ada yang menghujat dan tak sedikit yang mendukung, kebijakan kebijakanya yang menuai pro dan kontra menyebabkan media terfokus terhadap sektor perikanan, ditambah lagi program prioritas presiden jokowi saat kampanye pilpres lalu memang berada di sektor maritim termasuk perikanan, sehingga hal ini menjadi sangat menarik akankah seorang yanga hanya lulus SMP bisa sukses memimpin KKP yang merupakan visi utama presiden Jokowi.

4 Bulan bersama Rakyat Jambi


Dalam catatan kehidupan saya merasakan dunia kerja setelah lulus di perguruan tinggi untuk kali pertamanya, saya merasakan bahwa dunia kerja begitu berbeda dengan dunia kampus yang selama ini membimbing saya menjadi seorang petarung, saya mendapatkan perbedaan itu dimulai dari kehidupan kerja di kota jakarta dengan pola hidup bangun pagi pulang malam dan bergulir setiap saat selama 1 bulan di Jakarta.kehidupan dijakarta baru saya rasakan dalam diri saya sangat dan sangat penuh perjuangan meskipun saya hanya 1 bulan bekerja dijakarta setelah itu saya dipindah tugaskan.
Alhamdulillah 4 bulan berlalu saya mengabdi di kota jambi, kota yang menurut saya sangat nyaman untuk hidup bahagia bersama alam dan masyarakatnya, November adalah bulan dimana saya diberi tugas oleh pimpinan perusahaan mengolah sebuah pabrik unit pengolahan ikan di jambi, tugas yang menurut hati saya sangat berat dan penuh tantangan, saya katakan sangat berat sebab baru 1 bulan saya diterima di sebuah BUMN perusahaan perikanan langsung ditugaskan ke daerah untuk bekerja lebih keras membangun perusahaan perikanan tersebut.

Nelayan, Pengusaha dan Ibu Susi (Menyambut Hari Nelayan 6 April 2015 )

Nelayan

            Mengupas problematika kehidupan nelayan tidak pernah ada habisnya.Isu kesejahteraan dan kesenjangan sosial ekonomi dalam kehidupan masyarakat nelayan menjadi fakta yang terpampang jelas. Pemukiman kumuh, fasilitas pendidikan dan kesehatan, dan ketiadaan jaminan penghidupan yang lebih baik.Urat nadi kehidupan nelayan sangat bergantung pada nilai jual hasil tangkap, biaya melaut serta kondisi alam. Semakin tinggi jumlah hasil tangkapan yang didapat, kondisi cuaca untuk melaut memadai dan keterjangkauan membeli logistik melaut akan sangat berpengaruh pada pendapatan nelayan. kenyataan di lapangan  sangat jauh dari harapan pendapatan nelayan yang didapat tidak pernah sepadan dengan kebutuhan hidup yang tinggi. Kemiskinan nelayan bukan hanya tentang persoalan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar (sandang, pangan dan papan), namun juga harus memandang aspek social dan politik. Ketimpangan sosial ekonomi yang dirasakan nelayan sebagai akibat dari kebijakan dalam pengelolaan sumberdaya alam sejak Indonesia merdeka setiap kebijakan tak begitu berpengaruh dari kahidupan nelayan yang miskin, persoalan lain adalah rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia utamanya masyarakat nelayan menjadikan tidak berkembangnya potensi–potensi di kawasan pesisir. Selain itu rendahnya SDM  berpengaruh juga pada pemahaman dan cara berpikir  untuk mengelola sumberdaya perikanan yang merusak dan tidak berkelanjutan, Hanya berpikir pemenuhan kebutuhan hari ini, Seperti penggunaan bom ikan, dan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

JALAN JALAN KE KUALA TUNGKAL JAMBI

Pagi yang cerah di hari minggu membuat saya rindu untuk berwisata menjelajahi tanah jambi, minggu pagi saya mengajak seorang teman untuk berkunjung ke kuala tungkal sekitar 150 KM dari kota jambi, kuala tungkal merupakan salah satu daerah pesisir timur jambi yang murapakan kota administrasi Kabupaten Tanjung Jabung barat, memiliki suku yang heterogen dan hidup rukun ramah dan saling menghormati.


Perjalanan saya dari jambi menuju kuala tungkal dengan menaiki sepeda motor sekitar 150 Km, sepanjang perjalanan pemandangan yang indah dengan kondisi jalanan yang sangat bagus, diperjalanan saya sekali-kali beristirahat dan menikmati secangkir kopi. 
Sesampai di kota tungkal  saya langsung menikmati pemandangan alam pelabuhan tungkal, tidak jauh dari pusat perbelanjaan, kemudian disamping pelabuhan terdapat taman ancol yang merupakan taman yang baru saja didirkan oleh pemerintah setempat dikawasan teluk tungkal, dilokasi ini para pemuda dan pemudi menikmati indahnya alam disore hari, orang tua tak ketinggalan banyak rombongan keluarga disore hari ikut menikmati indahanya sore hari di taman ini.

KARYA POPULER