Selamat Datang di Blog Kampung Nelayan

SANGIHE DAN ALAMNYA

Selamat pagi kota tahuna. Seminggu tepatnya saya bertugas ditahuna, sebuah ibu kota kabupaten di sulawesi utara yang bernama kabupaten kep.sangihe. Kota ini memiliki daratan tinggi dan gunung dengan bersentuhan langsung dengan laut. Pulau ini bisa diakses melalui jalur udara dengan jarak tempuh 1 jam dan melalui jalur laut dengan waktu 8-12 jam.

Pulau ini berada di posisi bagian utara wilayah NKRI berbatasan dengan wilayah filipina berdasarkan cerita dulu kapal-kapal perikanan dari filipina sering masuk bersandar kepulau ini dan mengeksploitasi sumberdaya perikanan kita, akan tetapi meskpiun pemerintah sekarang dengan gencarnya patroli penjagaan pencurian ikan namun masih saja terjadi pencurian ikan di wilayah sangihe tahuna.

SUKU BAJO, DAN POTENSI BUTON

Pukul 12:30 alhamdulillah masuk ke teluk perairan buton. Perjalanan balik setelah 2 hari di pulau taliabo maluku utara tanpa alat komunikasi kebetulan jaringan komunikasi tidak ada disana. Perjalanan dari taliabo menuju banggai laut 8 jam kemudian transit dari banggai laut menuju bau-bau sulawesi tenggara. Sampe tulisan ini saya buat posisi masih berlayar diperkirakan tiba pukul 20:00 waktu setempat. Alhamdulillah dapat sinyal hp dan saya bisa akses internet lagi dehh....hehehe
Saya lanjut ya teman ceritanya.... Dari pelabuhan banggai kepulauan saya memutuskan mengambil rute ke bau-bau perjalanan 30 jam diatas kapal memiliki cerita tersendiri bertepatan dengan musim gelombang tinggi cukup menguras tenaga fisik dan mental. Ketenangan kapten kapal dan para penumpang membuat pelayaran ini menyenangkan dengan penuh semangat menyusuri laut memandang potensi perikanan indonesia timur. Pulau-pulau dengan pasir putih yang masih perawan ditambah lagi kegembiraan ikan lumba-lumba menyambut kapal kami disetiap memasuki daerah teluk.

POTENSI BANGGAI KEPULAUAN

Pagi pukul 05.00 tiba di pelabuhan rakyat banggai laut dan kepulauan perjalanan menmpuh waktu 8-9 jam meskipun laut sedikit bergoyang alhamdulillah waktu yg ditargetkan kapten kapal sesuai. tiba pukul 05.00. Waktu setempat.
Keramaian dipagi hari ditandai dengan suara alam dan ombak laut yg terhampas kebibir pelabuhan rakyat dan suku bajo yang hidup di bibir laut banggai berdatangan berjualan nasi kuning dan ikan segar, proses bongkar bahan pokok seperti beras. Sayuran. Gula pasir dan minyak kelapa mulai dilakukan, ini menandakan perbekalan dipulau banggai laut sudah datang untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat beberpa hari kedepan.

Bahan pokok disni sedikit agak mahal dibanding di kota luwuk, kecuali ikan disni dijual seperti barang bekas 5-10 ribu/kg misalnya kerapu. Layang, dan katamba. Dari sekan banyak pulau di bagian timur sulawesi dan bagian barat maluku utara pusat perdagangan ikan ada di pulau ini banggai laut. Tidak jauh dari pelabuhan barang sedikt bergeser ke arah selatan ada 2 kapal kolekting dan penangkap ikan berkpasitas 150-300 GT bersandar.

SEMANGAT RAKYAT LUWUK SULTRA// SURVEI IKAN

Sore yang indah di tanah luwuk kab banggai sebuah kota teluk dengan pegunungan tinggi di sekelilingya tempat dimana pulau seberang memasarkan hasil buminya dan hasil perikanan termasuk sebagian rakyat taliabo dan rakyat kepulauan sanana maluku utara.

Sore hari kesibukan pelabuhan rakyat mulai terlihat kebutuhan pokok minyak,beras dan sayur-sayuran mulai diangkut keatas kapal di kota ini bahan pokok lumayan murah hampis sama dijakarta itulah sebabnya msyarakat kepulauan maluku utara lebih memilih akses ke luwuk sulawesi tengah berbelanja dan menjual ikanya daripada akses ke ibu kota provinsi ternate maluku utara. Proses ini berjalan lama. Aku melihat para buruh dengan senyuman dan keringat kebutuhan pokok itu diangkut kekapal yg sebentar lagi akan berlayar dari luwuk ke banggai laut dan ke taliabo.

KARYA POPULER