Selamat Datang di Blog Kampung Nelayan

Tentang Identitas Anak Kampung

merantau di tanah jawa adalah sebuah pengalaman menarik yang akan saya ceritakan ke anak cucu nanti, tapi kapan ya…punya anak…istri aja belum hehehe…..banyak pengalaman yang kemudian membanggakan bagi diri saya yang lahir di indonesia timur tepatnya dimakassar, saya membaca sebuah tulisan dari senior tentang"salah kaprah orang2 di indonesia barat terhadap indonesia bagian timur, yang kemudian secara kebetulan saya alami selama di perantauan dijakarta,

sebut saja bahasa, hampir 2 tahun lebih saya berada dijakrta namun bahasa dan logat saya tetap saja ala Indonesia timur...meskipun diawal-awal perantauan banyak teman-teman saya yang berasal dari jawa dan sunda yang kemudian merasa aneh dengan logat seperti ini, ciri khas dengan suara besar, sedikit okkots dan irama khas Indonesia timur membuat teman2 saya di tempat bekerja sekali-kali mengejek dengan meniru irama bahasa saya, hehehehe yaa itulah khaas dan ciri saya yang kebutulan lahir di Indonesia bagian timur...tepatnya dimakassaar...
 saya tidak mengurangi apalagi menambahkan sedikitpun logat dan irama bahasa saya.. tidak akan meniru bahasa-bahasa gaul yang ada dijakrta yang kemudian irama asli orang indonesia timur didalam berbahasa indonesia hilang, bagi saya inilah orang Indonesia timur dengan bahasanya...inilah anak kampung yang merantau di ibu kota jakarta, yang sering menjadi ejekan diawal menginjakkan kaki di ibu kota tapi ide dan gagasan bolehla kita bertarung hehehehe so pasti itu .......
selain itu perbedaan yang paling mencolok adalah tentang persaudaraan dan hidup berdampingan... dikampung kami indonesia timur kita berteman lebih dari saudara...kalau tidak percaya coba jalan-jalan di kampung-kampung dan desa di papua, maluku dan sulawesi maka anda akan mendapatkan persahabatan dan hidup rukun serta saling bergotong royong yang sesungguhnya... apa yang orang makan di indonesia timur ketika ada tamu maka pasti akan diberikan melebihi apa yang dimilikinya. disana tidak ada tamu yang datang mati kelaparan...apalagi melihat saudaranya kesusahan...semiskin-miskinya orang indonesia timur ketika ada tamu apalagi dari jawa atau jakarta pasti di sembelihkan ayam minimal dia berutang dulu hehehe kalau anda tidak percaya datang aja ke kampung saya yang ada di Bantaeng dan Jeneponto.

KARYA POPULER