Selamat Datang di Blog Kampung Nelayan

Dunia Pencitraan Susi Pudjiastuti


Sejak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan , Susi Pudjiastuti menjadi perempuan pertama menakhodai sektor yang digadang – gadang mampu menyokong perekonomian Indonesia di masa mendatang. Kehadiran sosok Susi Pudjiastuti seakan memberikan warna tersendiri untuk dunia perpolitikan. Kebijakan sektor perikanan dan kelautan yang dulunya tidak pernah mendapat perhatian khalayak umum dan media sekarang berubah menjadi 180 0C.
Media massa baik cetak, elektronik, dan online ramai mengangkat topic perikanan dan kelautan. Kebijakan Ibu Susi Pudjiastuti seperti pemberantasan praktek illegal fishing, pelarangan alat tangkap cantrang, pembatasan penangkapan kepiting, lobster dan rajungan menjadi topic perbincangan hangat di masyarakat. Tidak hanya menjadi topic perbincangan, namun kebijakan tersebut mampu menaikkana tensi public untuk menyoroti sektor kelautan dan perikanan. Namun kebijakan Ibu Susi Pudjiastuti malah menimbulkan pergolakan menentang penerapan kebijakan MKP di masyarakat utamanya pelaku perikanan. Jika ditilik pemikiran jangka panjang, kebijakan MKP memang harus diakui lebih menekankan kelestarian sumberdaya perikanan di masa mendatang. Hanya patut disesalkan, MKP terkesan tidak siap untuk menanggulangi dampak implementasi kebijakan seperti pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang yang harusnya sosialisasi dan diikuti dengan adanya pengganti alat tangkap ramah lingkungan yang dipergunakan nelayan cantrang.

                Tidak hanya tentang kebijakan yang kontroversial di masyarakat, statement/ pernyataan Ibu Susi Pudjiastuti baik melalui hasil wawancara maupun kutipan dari twitternya, @susipudjiastuti menjadi sasaran empuk media massa. Seperti pernyataan Ibu Susi Pudjiastuti yang menyebutkan ada pihak yang menawari uang senilai Rp 5 triliun untuk menghentikan kebijakan tegasnya terhadap illegal fishing dan bahkan turun dari jabatan menteri. Sontak pernyataan ini menjadi headline publik. Publik seakan tertarik pada sosok menteri yang tegas menolak tawaran uang Rp  5triliun tapi seakan lupa pada kehilangan ratusan triliun rupiah per tahun akibat kasus illegal fishing. Belum lagi, nasib nelayan yang tak pernah kunjung membaik. Kemanakah kesadaran kita sebagai warga Negara Indonesia ?
Tindakan pejabat Negara harusnya menjadi panutan bagi masyarakatnya. Sebaiknya Ibu Menteri Susi Pudjiastuti tegas menyatakan siapa pihak yang menawarkan uang penyogokan mundur sebagai menteri, Karena jika ini hanya bersifat pencitraan MKP belaka tentu akan menimbulkan keresahan publik. Masyarakat Indonesia sudah bosan dengan pencitraan pejabat – pejabat pemerintah yang tak disertai dengan tindakan bekerja untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat. Diam itu emas, jika ketika berbicara hanya bersifat mudharat dan berbicara itu berlian, jika bermanfaat bagi banyak orang.

KARYA POPULER