Selamat Datang di Blog Kampung Nelayan

Bertugas Di Jakarta


Alhamdulillah saya haturkan nikmat yang diberikan Allah SWT  bulan syawal telah datang pertanda bulan ramadhan telah pergi dan hari kemenangan telah datang, itu pertanda kita diberikan nikmat kemenangan nafus,  nikmat lain yang diberikan allah kepada saya setelah lebaran adalah ketika saya ditugaskan kembali ke Jakarta.
Setelah kurang lebih 7 bulan bertugas di jambi saya mendapatkan pengalaman-pengalaman yang begitu bermanfaat bagi keilmuan saya, dekat dengan masyarakat Jambi, hidup di alam yang tenang dan jauh dari sibuknya perkotaan.
Mulai 1 agustus nanti saya mulai berkantor di Jakarta, saya sangat bersyukur dengan tugas baru ini, sebab dimanapun dan kapapanpun kita bekerja sepanjang dilakukan dengan keikhlasan dan kejujuran maka Allah SWT akan memberikan keberkahan dan nikmat yang tak ternilai harganya, tuhan tidak memberikan jalan apapun ketika kita kemudian tidak bisa ikhlas dan bersyukur atas nikmatnya.

Menyambut Ramadhan di Perantauan


Alhamdulillah bulan suci ramadhan telah datang bulan penuh keberkahan, bulan  dimana ummat islam menunaikan ibadah puasa sebualan penuh untuk mencapai kemenangan di hari yang fitri, semarak ramadhan mulai terasa diseluruh penjuru tanah air, dikota-kota besar bahkan dikampung-kampung ummat islam ramai berbondong-bondong menyambut dengan penuh kebahagiaan, ada yang menyambutnya dengan berkumpul bersama keluarga, sahabat dan teman-teman sekerja.
Menyambut bulan suci ramadhan sangatlah indah dengan penuh kebahagiaan jika kita kemudian bisa berkumpul bersama keluarga tercinta, awal bulan suci sangat hikmat ketika bersama ibu,ayah,kakak dan adik kita. Kita bisa Bersama bercanda, tersenyum dan bahagia ketika sahur dan sholat berjama”ah bersama keluarga kecil yang kitai cintai.
Berkumpul bersama keluarga  adalah keinginan setiap ummat islam dalam menyambut bulan suci ramadhan, namun bagi mahasiswa, pekerja atau orang yang merantau dinegeri orang mencari rejeki sangat sulit berkumpul bersama keluarga dirumah atau dikampung, disebabkan jarak dan waktu yang sulit untuk dilakukan, berbeda ketika kita masih kecil ketika itu kita masih bisa menyambut ramadhan bersama ayah dan ibu yang kita cintai.

5 Juni 1989 - 5 Juni 2015 ( Perjalanan Hidup )


Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang menciptkan manusia, dengan izinya saya bisa menikmati indahnya dunia dengan segala bentuk ciptaan di muka bumi dengan pegunungan dan lautan yang indah dan begitu luas, dengan izinya pula umur saya semakin berkurang seiring semakin dewasanya saya dalam hal bertindak apa yang baik dan benar dan menjauhi apa yang tidak baik dan dilarang.
5 juni tahun 1989 adalah tanggal kelahiran saya tepat berumur 26 tahun , dilahirkan disebuah desa di kota kecil di Sulawesi selatan, desa yang jauh dari kesibukan manusia perkotaan penduduknya yang ramah saling bergotong royong,saling membantu dan saling mengingatkan, desa itu bernama Tala-Tala. Saya dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, bukan keturunan raja ataupun bangsawan yang sering kita dengar dizaman kerajaan dulu, saya bukanlah keturunan saudagar atau tuan tanah yang sangat kaya raya dalam sebuah desa, saya lahir dari keluarga kecil dengan ibu dan bapak yang berpenghasilan cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan itu sangat sederhana.
Seiring dengan pertumbuhan dan bertambahnya umur saya, banyak hal yang saya dapatkan dari proses kehidupan di dunia ini, proses susah dan senangya dalam menjalani kehidupan sehari-hari , sejak kecil hingga mencapai titik kedewasaan, dari bangku sekolah dasar hingga kebangku perguruan tinggi semuanya saya lalui dengan penderitaan dan sekali –kali menikmati kebahagiaan.

KARYA POPULER